Setra Adat Poh, Saksi Bisu Kisah Perjuangan Kemerdekaan di Karangasem

setra-adat-poh-saksi-bisu-kisah-perjuangan-kemerdekaan-di-karangasem
Wakil Bupati Karangasem, pandu Prapaca Lagosa menjau lokasi makm pahlawan kemerdekaan di Setra Desa Adat Poh, Desa Buana Giri, Bebandem. Jumat (22/8/2025)

KARANGASEM, balifactualnews.com–Di balik keindahan alamnya yang menawan, Karangasem menyimpan sejarah perjuangan kemerdekaan yang tak banyak diketahui oleh masyarakat luas. 

Salah satu situs sejarah yang paling penting adalah Setra Desa Adat Poh, Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem. Tempat ini menjadi saksi bisu atas gugurnya enam pejuang kemerdekaan di tangan pasukan Netherland Indies Civil Administration (NICA) pada 16 Agustus 1947, hanya sehari sebelum peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke-2.

Peristiwa tragis ini terjadi ketika keenam pejuang yang dipimpin oleh Kapten Anak Agung Made Karang Candra Bhuwana tengah berkumpul untuk mempersiapkan peringatan hari kemerdekaan. Namun, rencana mereka tercium oleh pasukan NICA, yang kemudian mengepung dan menyerang para pejuang. Dalam kepungan yang ketat, para pejuang tidak mampu melawan dan akhirnya gugur dalam peristiwa tersebut.

Jenazah para pejuang tidak hanya ditinggalkan begitu saja, tetapi juga dibakar bersama pondok tempat mereka berkumpul. Keesokan harinya, warga dengan penuh keberanian dan rasa hormat mengumpulkan sisa-sisa jenazah dan memakamkannya di Setra Desa Adat Poh.

Makam pahlawan di Desa Adat Poh ini diyakini sebagai satu-satunya makam pahlawan di Kabupaten Karangasem. Namun, kondisinya kini memprihatinkan. Monumen perjuangan di lokasi pembakaran terlihat rapuh, sebagian tembok retak, dan area makam belum tertata layak. Kondisi ini sangat kontras dengan nilai-nilai perjuangan yang telah dilakukan oleh para pahlawan.

Melihat kondisi tersebut, Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan. Ia berencana memperbaiki monumen sekaligus menjadikan lokasi tersebut sebagai Taman Makam Pahlawan Karangasem. 

“Di sini ada monumen dan makam pahlawan, mungkin satu-satunya di Karangasem. Kami berencana melakukan pembugaran dan menata kawasan ini menjadi Taman Makam Pahlawan,” ujar Wabup Pandu, usai meninjau kondisi monumen dan makam Pahlawan di Desa Adat Poh, Jumat (22/8/2025).

Rencana ini mendapat apresiasi dari Ketua DPC Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Karangasem, I Made Oka. Ia menyampaikan rasa terima kasih dan menilai langkah ini sebagai bentuk penghormatan nyata bagi pejuang bangsa. 

“Semoga dengan adanya gagasan ini, generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan dan terus meneladani semangat para pahlawan,” ungkap Made Oka.

Setra Desa Adat Poh kini bukan hanya menjadi saksi sejarah, tetapi juga monumen penghormatan bagi para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan. Semoga langkah ini dapat menjadi contoh bagi generasi muda untuk terus menghargai dan mengenang jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya. (tio/bfn)