Si Poleng Renggut Dua Nyawa di Karangasem

si-poleng-renggut-dua-nyawa-di-karangasem
lustrasi kasus Demam Berdarah Dengue
banner 120x600

KARANGASEM, Balifactualnews.com—Kasus gigitan nyamuk Poleng sedang mencapai puncaknya di Karangasem. Bahkan di Banjar Ujung Pesisi, Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem, dua orang remaja dilaporkan meninggal dunia akibat gigitan Si Poleng.
Dua remaja yang meninggal dunia akibat terkena demam berdarah dengue (DBD), masing-masing berinisial AP, seorang perempuan berusia 14 tahun. Sedangkan satu korban lagi, seorang pria berusia 12 tahun berinisial UM.

Dikonfirmasi, Minggu (16/4/2023) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, dr I Gusti Bagus Putra Pertama, membenarkan dua kasus DBD yang memakan dua korban jiwa pada akhir pekan lalu.

“Sejak empat bulan terakhir (Januari-April) kasus DBD mengalami lonjakan cukup tinggi dengan jumlah kasus 236 orang. Dua diantaranya meninggal dunia,” terang Putra Pertama.

Mencegah kasus DBD di Banjar Ujung Pesisi agar tidak meluas, lanjut Putra Pertama, pihaknya sudah menggencarkan fogging. Bahkan pasca ditemukan dua korban meninggal dunia, pelaksanaan fogging dilaksanakan setiap hari dan menyasar semua pemukiman warga.

“Saat ini kami sedang melakukan skrining untuk warga Ujung Pesisi yang mengalami demam. Ini kami lakukan sebagai deteksi dini dalam penanganan DBD di wilayah tersebut. Melalui skrining, warga yang bergejala DBD pengobatan bisa dilakukan lebih awal,” jelas Pertama.
Menurut Pertama, fogging tidak terlalu efektif dalam pencegahan kasus DBD di wilayahnya, karena yang dibunuh hanya nyamuk dewasa saja. Mencegah penyebaran kasus DBD tersebut, Pertama mengimbau agar masyarakat lebih mengedepankan pola hidup sehat melalui 3 M.
“Selain melakukan fogging secara masif di Ujung Pesisi, kami juga menabur bubuk abate di tempat-tempat penampungan air milik masyarakat. Ini dilakukan agar jentik nyamuk bisa mati sehingga tidak bisa berkembang menjadi nyamuk dewasa,” pungkasnya. (tio/bfn)