Tak Kuat Tahan Sakit, Janda Paruh Baya Gantung Diri di Pohon Jeruk

banner 120x600

“Pihak keluarga tidak mau kalau korban diotopsi. Penolakan ini dilengkapi dengan surat pernyataan   dari anak dan keluarga besarnya”

(Kapolsek Bebandem/AKP Wayan Gede Wirya)

Petugas saat  mengevakuasi tubuh  diri Ni Nengah Geria  yang tergantung di pohon jeruk halaman rumahnya.

KARANGASEM, Balifatualnews.com—Warga Dusun Telaga, Desa Sibetan, Kecamatan Babandem, Karangasem, geger.  Pemicunya,  seorang  janda  paruh baya bernama Ni  Nengah Geria, nekat gantung diri di pohon jeruk  yang tumbuh di halaman rumahnya,  Minggu  26 September 2021, pagi tadi.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, ulah nekat Ni Nengah Gria, pertama kali diketahui I Ketut Karyasa (51). Cerita, pagi itu sekitar pukul 06.45  Wita, Karyasa yang juga keponakan korban hendak mencuci gelas untuk membuat kopi. Tapi,  belum sempat mencuci gelas, dia melihat bibinya sudah tergantung menggunakan selendang warna merah di pohon jeruk yang tumbuh di halaman rumahnya.

Mendapati bibinya sudah terbujur kaku, Karyasa buru-buru memanggil  anak korban I Made Tegteg dan memberitahukan kabar duka tersebut. Ditengah kepanikannya, Tegteg berusaha memanggil  keluarga terdekat  dengan maksud menyelamatkan nyawa ibunya  dari tiang gantungan.

Tapi, upaya yang dilakukan Tegteg sia-sia. Yakin ibunya sudah meninggal, dia lantas melaporkan kejadian itu ke Polsek Bebandem.

Kapolsek Bebandem AKP I Wayan Gede Wirya seizin Kapolres AKBP Ricko AA Taruna, membenarkan kejadian mati sia-sia yang menimpa salah satu warga Banjar Dinas Telaga, Desa Sibetan, itu.

Dia mengatakan, begitu laporan masuk, pihaknya langsung turun ke lokasi kejadian. Dari olah TKP dan rekam medis  dari tim medis Puskesmas Bebandem,  kecuali bekas jeratan selendang di leher,  petugas tidak menemukan   tanda-tanda kekerasan akibat perlakuan orang lain di tubuh korban.

“Tidak ada tanda-tanda kekerasan, korban meninggal dunia murni karena  gantung diri. Keluarga besar sudah mengikhlaskan kepergian korban dan menganggapnya sebagai musibah,” ucap Kapolsek  Bebandem didampingi Kanit Reskrim IPDA  I Gede Alit, seraya menambahkan, bahwa korban berbuat nekat seperti itu, diduga  karena sejak setahun belakangan menderita sakit kronis.

“Pihak keluarga tidak mau kalau korban diotopsi. Penolakan ini dilengkapi dengan surat pernyataan  dari   anak dan keluarga besarnya,” pungkas AKP Wayan Gede Wirya.  (tio/bfn)