Komitmen Tangani Masalah Narkoba di Karangasem Bergema di Ruang Diskusi P4GN

BNNK Karangasem dalam Rapat Koordinasi Forkom P4GN Tahap II

komitmen-tangani-masalah-narkoba-di-karangasem-bergema-di-ruang-diskusi-p4gn

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karangasem menyelenggarakan Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (Forkom P4GN) Tahap II, pada Selasa(26/8) bertempat di Mal Pelayanan Publik (MPP) Karangasem, Jalan Gajah Mada, Amlapura.

Dalam diskusi tersebut mengemuka satu seruan yang menggema yakni konsistensi adalah kunci dalam memerangi narkotika, sinergi pemerintah dan masyarakat harus berjalan beriringan, saling menguatkan, serta menunjukkan komitmen yang nyata dalam melawan ancaman narkoba yang semakin kompleks.

Baca Juga : Razia Narkoba di Lapas, Tim Gabungan Hanya Temukan Korek Api

Rapat koordinasi yang dikemas dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) ini bertujuan membangun komitmen bersama antar pemangku kepentingan dalam menangani persoalan narkoba di wilayah masing-masing. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk melakukan monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan rencana aksi Forkom P4GN Tahap I, sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis lanjutan.

Kepala BNNK Karangasem, Alvin Andrew Dias, S.H., dalam paparannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi Indonesia yang saat ini berada dalam status darurat narkoba.

Baca Juga : APBD Perubahan Diprioritaskan untuk Kebutuhan Dasar Masyarakat

Menurutnya, penyalahgunaan narkotika tidak hanya merusak karakter dan kesehatan masyarakat, namun juga mengancam daya saing dan kemajuan bangsa dalam jangka panjang.

“Sinergi antar instansi menjadi kunci penting untuk meningkatkan efektivitas penanganan kejahatan narkoba secara terpadu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Alvin Andrew menegaskan dua fokus utama dalam rencana aksi Forkom P4GN Tahap I, yakni, mendorong edukasi dan sosialisasi anti-narkoba secara masif dengan pelibatan berbagai pihak dan mengalokasikan dana desa untuk program P4GN.

Baca Juga : TAARA dari Google Revolusi Internet dengan Cahaya, Penantang Serius Starlink

Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, sejumlah pihak turut memberikan masukan dan apresiasi terhadap kegiatan ini. Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, I Made Budiasa, ST., MT., membahas pentingnya penganggaran program P4GN di tingkat desa.

Menurutnya masalah penyalahgunaan narkoba adalah masalah yang kompleks yang pada umumnya disebabkan oleh tiga faktor yaitu  faktor individu, faktor lingkungan, sosial dan faktor ketersediaan.

“Pencegahan penyalahgunaan narkoba yang efektif memerlukan pendekatan secara terpadu dan komprehensif dengan melibatkan seluruh komponen baik Pemerintah sampai ke Pemerintah Desa, Tokoh-tokoh masyarakat, orang tua, remaja, organisasi kemasyarakatan, guru, Lembaga adat,” terangnya.

Senada disampaikan Kepala Kantor Kemenag Karangasem, I Wayan Serinada. Apresiasinya terhadap sinergi antara BNNK dan Kemenag, terutama dalam program penguatan kapasitas penyuluh agama dan peluncuran Program Rumah BINA NIKAH, sebagai upaya edukasi narkoba dan spiritual secara terpadu bagi calon pengantin. Program ini disebut sebagai yang pertama di Indonesia.

Sementara itu, Polres Karangasem melalui Kanit 2 Satresnarkoba, I Gede Eka Sumardiana, SH., MH, melaporkan adanya peningkatan kasus narkotika di Karangasem. Pada tahun 2024 tercatat 25 kasus, sedangkan hingga semester I tahun 2025 sudah ditangani 32 kasus.

“Perlu penguatan fungsi rehabilitasi di klinik BNNK maupun IPWL di rumah sakit dan puskesmas,” sarannya.

Disisi lain Camat Abang, Putu Agusteja Pramascita, S.STP., M.Sc, menyoroti juga hasil survei Indeks Kawasan Rawan Narkotika (IKRN), dimana terdapat empat desa di wilayah Kecamatan Abang yang masuk dalam kategori daerah waspada.

Menanggapi hal tersebut, BNNK Karangasem telah memberikan atensi khusus dengan memusatkan berbagai program P4GN di wilayah tersebut, seperti pembentukan Desa Tangguh Bersinar, kegiatan Remaja Teman Sebaya, serta penguatan Ketahanan Keluarga dan Relawan Anti Narkotika.

Menutup diskusi, Kepala BNNK Karangasem Alvin Diaz berharap seluruh pemangku kepentingan dapat semakin solid dan terkoordinasi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di Kabupaten Karangasem.(ger/bfn)