Reses, Ketua Dewan Karangasem Disodori Usulan Perbaikan Jalan dan LPJ

Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Medsos

reses-ketua-dewan-karangasem-disodori-usulan-perbaikan-jalan-dan-lpj
Foto: Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika saat reses menemui masyarakat Banjar Dinas Sebudi, Desa Sebudi Kecamatan Selat, Selasa (30/5/2023).

KARANGASEM, Balifactualnews.com—Kalangan anggota Dewan Karangasem beramai-ramai turun menemui masyarakat yang ada di wilayah pemilihan (Dapil) masing-masing. Kegiatan itu dilakukan berkaitan dengan reses masa persidangan ke III tahun 2023 yang dilaksanakan mulai Minggu (28/5) dan berakhir Selasa (30/5).

Beragam aspirasi berhasil diserap. Selain perbaikan jalan, masyarakat juga banyak yang mengusulkan pengadaan lampu penerangan jalan.

Baca Juga : Ketua DPRD Karangasem Dukung Sikap Tegas Gubernur Koster Tangani Turis Nakal di Bali

Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika, juga mengakui hal itu. Reses kali ini, politisi PDI Perjuangan asal Banjar Dinas Juuk Legi, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, turun di tiga lokasi, yakni Banjar/Desa Sebudi, Banjar Lusuh Kangin dan Banjar Umasari Desa Peringsari.

“Masyarakat di tiga lokasi yang saya temui, kebanyakan mengusulkan adanya perbaikan jalan dan pengadaan lampu penerangan jalan,” ucap Suastika, usai bertemu masyarakat Banjar Dinas Sebudi, Selasa (30/5).

Dikatakan, aspirasi yang disampaikan masyarakat di tiga banjar dinas ini akan kami dimasukan dalam pokir Dewan. Selanjutnya bisa dituangkan dalam rencana kerja pemerintah daerah (RKPD)

“Intinya, semua usulan masyarakat yang disampaikan kepada anggota Dewan akan kami paripurnakan untuk dimasukan kedalam pokir Dewan. Lembaga Dewan hanya bisa mengusulkan saja, namun eksekusi kebijakan tetap ada di eksekutif,” katanya.

Baca Juga : Kejari Karangasem Ajak Siswa SMPN 2 Kubu Stop Bullying

Pada kesempatan itu, Suastika juga mengajak masyarakat Sebudi dan masyarakat dua banjar di Desa Peringsari untuk tidak mudah terpancing dengan berita hoax yang belakangan semakin ramai diposting di media sosial oleh orang tak bertanggungjawab. Ajakan itu disampaikan Suastika, mengingat tahun ini merupakan tahun politik.

“Berita yang disebar di media sosial seperti facebook dan youtube banyak yang tidak benar dan terkadang menyesatkan, karena itu masyarakat harus menyimaknya dengan baik dan tidak sekedar mencomot lalu postingnya lagi. Salah memposting di medsos justru akan berurusan dengan hukum,” harap Suastika, seraya mengajak masyarakat untuk bijak menggunakan media sosial. (tio/bfn)